Garda Media Indonesia Dibentuk, Sebagai Wujud Diskriminasi Wartawan

Dokumentasi Pembentukan GMI


Malang,-  Kamis, 22/11/2012, Garda Media Indonesia (GMI)  terbentuk dengan “spontanitas’’ tanpa ada pengaruh dari  orang- orang “Birokrat”, Pembentukan tersebut disebabkan bahwa selama ini apa yang dilihat dan didengar oleh wartawan mingguan khususnya ada perilaku diskriminatif.
Para Birokrat lebih memilih media yang Besar atau “tenar” bahkan dengan kredibilitas yang tinggi. Jika dibandingkan dengan kita, “Media Mingguan”,  soal kredibilitas memang kita akui kalah. Tapi untuk akurasi  ketajaman berita, “Mingguan”  lebih diunggulkan.
Salah satu contoh perilaku diskriminatif yang lebih mudah, Garda Media Indonesia  (GMI) Mencoba klarifikasi tentang peresmian Gedung Wartawan yang ada di di kawasan Stadion Gajayana Malang, yang diberi nama “Wara Aneka Warta” Selasa (20/11/2012) lalu. 
Tak ada satupun dari wartawan mingguan yang di undang. Menurut kabag humas Pemkot Malang Sapto, membantah jika selama ini pihaknya melakukan diskriminasi atau “menganak tirikan” media mingguan.
“ Kita gak ada perilaku diskriminasi dengan media mingguan, bahkan 50 undangan sudah saya serahkan ke staff untuk disebarkan ke semua wartawan yang meliput di Kota Malang”, katanya.
Selanjutnya terkait itu, Sapto berjanji akan memediasi semua wartawan untuk dikumpulkan digedung “Wara Aneka Warta” pada tanggal 10 /12/12.
“kalau memang masalah ini dianggap serius dan agar tidak ada miss komunikasi dengan wartawan harian, nanti saya janji akan ngumpulkan semua wartawan digedung “Wara Aneka Warta”, Kilahnya.
Akhirnya semua wartawan mingguan yang hadir menerima dengan tangan terbuka dan memilih untuk meninggalkan kantor Humas Pemkot Malang.
Setelah itu wartawan dikumpulkan di Taman Rekreasi Sanaputra. Shoikhul Hadi selaku wakil ketua Garda Media Indonesia yang juga Pemred Media Pakarbangsa.com mempersilahkan semua wartawan mingguan untuk nongkrong atau shering ditempat tersebut.
“Sambil menunggu keputusan Pemkot saya mempersilahkan teman- teman untuk berkumpul di Taman Rekreasi Senaputra,” Ungkapnya.
Ditempat itulah Garda Media Indonesia dibentuk dan menyatukan semua wartawan Malang Raya, Sebagai bentuk Perilaku  Diskriminasi Terhadap media mingguan.

Inilah arti definisi Garda Media Indonesia
Garda yang berarti Pelindung, dan diharapkan agar dengan terbentuknya GARDA MEDIA INDONESIA, bisa melindungi semua Media yang mendapatkan perilaku diskriminatif terhadap para Birokrat.
Garda sendiri singkatan dari “Gerakan Demokrasi” ( Garda) dengan gerakan demokrasi Media. Semua media diharuskan mampu menegakkan system demokrasi di Indonesia yang benar- benar SOLID.
Susunan Pengurus  Garda Media Indonesia.
Ketua Umum   : Drs. H. Syarifuddin Nahar
Ketua I             : Tajudin Mahri SH
Ketua II            : Sholikul Hadi
Ketua III           : Yuni
Sekretaris        : Teguh
                          Jati Seputro
                         Santoso
Bendahara      : Muhammad Taufik Afandi
                          Jauhari Purnomo
                          Imam
Humas             : Joko Martono
                          Hudin
                          Hanif 



0 komentar:

Poskan Komentar