Anas Siap Tenggelamkan Demokrat Melalui Ibas


ANAS URBANINGRUM melontarkan bola salju demi
menjatuhkan teman sekoleganya di Partai Demokrat, saat
diwawancarai dengan sebuah stasiun televisi Anas menyebutkan
jika Edhie Baskoro Yudhoyono ikut menerima kucuran
dana dari megaproyek Hambalang bahkan dirinya berani
memastikan jika Amir Syamsudin tahu masalah penerimaan
dana tersebut dan dirinya siap mengungkap keterlibatan
Ibas dalam kasus Hambalang. Itu pun bila anggota
Majelis Tinggi Partai Demokrat Amir Syamsuddin menolak
menjelaskan hal itu.
Sebab, kata Anas, Amir Syamsuddin lah yang paling
berhak menjelaskan mengenai rapat yang ikut dihadiri Ibas.
Nama Ibas pertama kali disebut-sebut saat Anas mengantar
Nazaruddin ke kediaman SBY di Cikeas sebelum pergi
ke Singapura. Saat itu SBY dikabarkan marah karena
mengetahui Ibas menerima aliran uang proyek Hambalang.
Kamis lalu tiba-tiba beredar dokumen milik Yulianis mantan
Direktur Keuangan PT. Anugerah Nusantara milik Nazarudin
yang mencantumkan bahawa Ibas Yudhoyono
menerima uang sebesar US$900 ribu dan saat ini dokumen
ini beredar di gedung DPR. Ibas tercatat menerima dana
sebanyak empat kali. Penerimaan dana pertama dan kedua
terjadi tanggal 29 April 2010. Pada tanggal itu, Ibas tertulis
menerima uang sebesar US$600 ribu dalam dua tahap –
tahap pertama US$500 ribu dan tahap kedua US$100 ribu.
Sebenarnya hal ini bukan pertama kali terdengar, namun
sejak tahun 2011 isu tidak sedap ini terdengar.
Menanggapi isu yang mulai beredar di kalangan DPR
RI Hatta Rajasa menilai apa yang dilakukan Anas hanya
fitnah kejam yang tidak mendasar dan Hatta Rajasa yang
juga merupakan mertua Ibas berkeyakinan bahwa masyarakat
Indonesia dan Lembaga-lembaga pemberantasan
Korupsi yang ada di Indonesia sudah cukup berkompeten
untuk memilah mana yang benar dan mana yang hanya
sekedar isapan jempol semata.
“Saya kira masyarakat kita sudah cukup cerdas, segala
sesuatu yang tidak berdasarkan bukti dan fakta, apalagi
melontarkan seperti itu, bagi kita itu berbahaya,” terang
Hatta.
“Saya sangat yakin KPK sangat profesional dan kita
sangat percaya. Jadi berikan kepercayaan kepada KPK.
Jadi kita tidak gaduh, janganlah politik ini gaduh, banyak
pekerjaan kita untuk sejahterakan rakyat, bangun ekonomi.
Ini penting sekali, jangan gaduh kita ke mana-mana,” tutup
Hatta.
Hatta Rajasa meminta Anas tidak menyeret dan membuat
fitnah kepada orang lain yang tidak tahu apa-apa ke
dalam kasus yang kini tengah membelitnya.
“Itu fitnah, tidak betul. Jadi, menurut saya kita janganlah
lontarkan sesuatu yang bisa jadi masalah. Fitnah itu sangat
kejam,” kata Hatta di Kompleks Istana Presiden, Kamis .
Seperti diketahui saat ini Anas telah dijadikan tersangka
oleh KPK dalam kasus Hambalang dan dituduh telah
menerima gratifikasi berupa sebuah mobil.
Dan tentang telah tersebarnya dokumen yang menunjukan
bahwa ibas turut menikmati uang Hambalang, Amir
Syamsudin meminta kepada pihak berwajib dalam hal ini
Polri agar segera mengusut dan menangkap penyebar
informasi tersebut.
“Itu Dokumen Palsu, juga informasi yang asalnya dari
SMS anonim. Harapan saya, Divisi cyber Crime Mabes Polri
harus bergerak untuk mencermati pelanggaran Pasal 27
Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan
Transaksi Elektronik,” kata Amir
“Ah itu darimana, saya sendiri tidak pernah liha, Ini
jangan membicarakan satu data yang asal usulnya tidak
jelas, sebaiknya begitu, menghindari fitnah,” tegas Amir
di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat
Amir juga menegaskan jika Edhie Baskoro Yudhoyono
sama sekali tidak disebut oleh Nazaruddin perihal aliran
dana proyek Hambalang.
“Tidak ada nama Ibas disebut-sebut, apalagi Ibu (Ani
Yudhoyono),” kata Amir di Jakarta. 􀂄

1 komentar:

  1. luar biasa, ENTITAS HUKUM "BERANI DAN TERPERCAYA".........

    BERANTAS KORUPSI DAN "BEBASKAN RAKYAT DARI HUTANG KORBAN KETIDAK PASTIAN HUKUM" (ANSORY)

    BalasHapus