GERAK JALAN PEDULI LINGKUNGAN TINGKATKAN PEREKONOMIAN DENGAN MENABUNG SAMPAH DIBANK SAMPAH

Drs. Wasto, SH, MH

Dalam rangka memperingati hari jadi Kota Malang yang ke 99, Kader Lingkungan Kota Malang yang didukung  oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan(DKP) Kota Malang mengadakan gerak jalan “Peduli Lingkungan” yang dimulai di depan Balai Kota Malang. Tepatnya  Hari  Minggu Tanggal 24 Maret 2013 acara ini di buka oleh Calon wali Kota Malang  Bunda Heri Pudji Utami dan juga di damping oleh calon  Wakil  Walikota Malang Ir Sofyan Edi Jarwoko. Acara ini terlihat sangat meriah dan megah dengan diikuti  oleh hampir 8000 warga Kota Malang. Warga kota Malang sangat antusias mengikuti acara gerak jalan ini apalagi mereka tidak harus mengeluarkan sepeser uangpun untuk mendapatkan tiket/kupon pendaftaran. Jalan sehat bayar sampah ini juga akan diikuti sekolah-sekolah yang ada di Kota Malang mulai tingkat SD hingga SMA dan pendaftaran dilakukan di sekolah.

    Kader Lingkungan Kota Malang yang juga merupakan panitia dalam kegiatan ini mengharuskan bagi para peserta untuk menyerahkan sampah karena panitia gerak jalan tidak mendapat kucuran dana dari manapun. Satu kupon gerak jalan bisa didapatkan dari menukar sepuluh gelas bekas air mineral, lima botol bekas air mineral ukuran tanggung, dua botol air mineral ukuran besar atau peserta bisa mendapatkan kupon dengan menukar setengah kilogram kertas koran atau kardus. Barang-barang bekas itu ditukar di masing-masing kader lingkungan atau Bank Sampah Malang (BSM) yang ada di kelurahan masing-masing.

    Gebrakan yang dilakukan oleh Kader Lingkungan Kota Malang ini mendapatkan apresiasi besar dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang. Bahkan Drs. WASTO, SH, MH sangat kagum saat mendapatkan laporan dari salah satu Kader Lingkungan jika antusias masyarakat sangat tinggi untuk bisa mengikuti gerak jalan ini.
  
Penimbangan sampah untuk tiket gerak jalan.
    “Bayangkan saja, dari satu RW saja bisa menyetor sampah hingga 5 pick up untuk dapat mengikuti gerak jalan ini.” Terang kepala Dinas DKP saat diwawancarai di sela sela acara gerak jalan.

   Selanjutnya sampah – sampah hasil pendaftaran para peserta gerak jalan ini akan ditransaksikan oleh panitia (Kader Lingkungan ) dengan Bank Sampah Malang (BSM). BSM merupakan satu lembaga koperasi untuk mentransaksikan  sampah menjadi tabungan dan untuk merubah prilaku masyarakat yang biasanya membuang sampah sembarangan dan tidak mau memiliah sampah menjadi mau memilah sampah dan akan mendapat tambahan nilai ekonomi dan akan menjadi tabungan. BSM merupakan salah satu produk unggulan kota Malang yang banyak menjadi contoh bagi daerah – daerah lain.

   Orang No. 1 di DKP  juga menjelaskan jika selama ini banyak sekali masalah – masalah yang terjadi terkait  sampah yang ada di kota Malang, dan hal ini tentu saja membutuhkan peran serta warga Malang untuk menanggulanginnya. Beberapa saat yang lalu Kader Lingkungan dari kecamatan Klojen mengadakan acara “Mancing Sampah” yaitu warga diajak untuk mengambil sampah – sampah yang ada disepanjang sungai dan  siapa yang mendapat sampah terbanyak akan mendapat hadiah. Awalnya semua bisa berjalan dengan baik tapi akhirnya semua terbentur dengan kesadaran masyarakat akan kebersihan.

    Ada beberapa pembelajaran yang dapat dipetik oleh masyarakat dengan adanya BSM.


1. Lahan yang digunakan masyarakat untuk  membuang sampah di sembarang tempat semakin hari semakin tidak ada.
2. Kesadaran masyarakat mulai meningkat
3. Jumlah penduduk meningkat
4. Pendapatan masyarakat meningkat nilai ekonominya, kecendurungan masyarakat jika nilai ekonominya meningkat maka sampah yang dihasilkannnya juga meningkat karena ada pergeseran untuk membeli produk – produk kemasan .

    Jika keempat hal diatas dibiarkan maka akan menimbulkan permasalah baru tanpa ada segi pemikiran pasti aka menjadi problem, TPA itu usianya berapa ? sampah tidak di ambil sehari saja itu sudah resah dan dapat menimbulkan konflik horizontal untuk itu diperlukan satu pemikiran dan strategi khusus untuk menangani masalah ini. Jika permasalah ini dapat dipikirkan jalan keluarnya makan usia TPA akan menjadi lebih panjang, pembuangan sampah ke TPA lebih terjamin sehingga konflik horizontal akibat tidak terangkutnya sampah bisa dihindari bahkan bisa dihilangkan.

    Ini bentuk keberhasilan yang selama ini di tegaskan oleh pihak DKP yang juga di dukung oleh kader kader lingkungan yang berloyalitas tinggi. Dengan kesadaran masyarakat untuk bisa memanfaatkan  sampah akan menjadikan dampak yang positif bagi perkembangan ekonomi masyarat kota Malang.

    Meski membayar sampah, namun hadiah yang disediahkan panitia cukup banyak. Mulai motor, televise, kulkas dan hadiah menarik lainnya. Selain itu, peserta juga dihibur musik saat menunggu undian di panggung yang ada di balai kota. Untuk selanjutnya kegiatan Gerak Jalan Perduli Lingkungan ini akan menjadi agenda tahun.

0 komentar:

Posting Komentar