Kurang Pengawasan Kabel Listrik Suramadu Digarong!!!


          Komisi D DPRD Jatim akan segera memanggil dua instansi yang dianggap paling bertanggung jawab atas pencurian kabel hingga mengakibatkan matinya lampu di Jembatan Suramadu selama satu bulan, kedua instansi tersebut adalah Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) dan Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN V) Jatim. Kedua instansi ini seharusnya bisa melakukan pengawasan dan melakukan antisipasi terhadap segala kemungkinan yang bisa terjadi.
Jembatan Suramadu.
       Antara kedua instansi ini terdapat ikatan yang sangat erat dengan Jembatan Suramadu, karena instansi ini ada karena adanya Jembatan Suramadu dan BPJN V Jatim memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk menjaga keamanan semua perangkat yang ada dan merupakan asset Jembatan Suramadu termasuk kabel – kabel yang menjadi sarana penerangan.
      "Masalah penerangan jembatan Suramadu ini sangat penting buat menarik investor datang ke Jatim, Maka itu dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil kedua instansi tersebut untuk mempertanggungjawabkan masalah ini,” ujar Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Mahdi saat di DPRD Jatim.
       Mahdi meminta  BPWS dan BBPJN V tidak saling tuding dan segera menyelesaikan permasalahan percurian kabel hingga mengakibatkan padamnya lampu yang ada di Suramadu.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Mahdi.
          “Saya minta kedua instansi pemerintah ini jangan saling tuding dalam menyelesaikan masalah pencurian kabel listrik di sepanjang jembatan Suramadu. Yang terpenting permasalahan yang ada segera diselesaikan. Kasihan masyarakat yang merasa tak aman ketika melintas jembatan suramadu akibat gelap gulita. Karenanya dalam waktu dekat ini komisi akan panggil kedua instansi tersebut,’’tegas politisi asal PPP
      Karena masalah padamnya lampu ini berakibat kurang amannya daerah sekitar jembatan karena memicu terjadinya tindak kejahatan dan dikhawatirkan sebagai salah satu penyebab mundurnya investor yang akan menanamkan modal di Jawa Timur. Kekhawatiran mundurnya investor ini bisa dimaklumi karena bisa terjadi anggapan bahwa pemerintah Jawa Timur tidak dapat menjaga asset yang dimilikinya hingga membuat para investor khususnya investor luar negeri berfikir 1000 kali untuk menanamkan modal di Jawa Timur.
           “Image inilah yang seharusnya segera dihapus.Selain pihak yang berwenang entah itu BPWS atau BBPJN V meningkatkan keamanan disana,” ujarnya.
          Selama ini BPWS sudah mendapatkan kontribusi yang besar atas pengoperasian Jembatan Suramadu, di tahun 2011 BPWS mendapat kontribusi sebesar 160 milliar dan untuk tahun 2012 mendapat kontribusi 176 milliar, dengan kontribusi yang besar seharusnya ada imbal balik yang baik dengan melakukan pengawasan atas asset pemerintah Jatim yang ada di Suramadu.
           “Inilah yang harus diperhatikan BPWS sebagai instansi yang diberi otoritas mengurus jembatan Suramadu,’’paparnya Mahdi dengan tegas.

Prihatin Suramadu Soekarwo “Warning” BPWS



          Masalah yang terjadi di Jembatan Suramadu mendapat perhatian yang sangat besar dari Gubernur Jatim Soekarwo dan menghimbau agar masyarakat yang ada di sekitar Jembatan tidak melakukan kejahatan dengan mencuri kabel – kabel listrik karena hal ini akan berakibat kerugian pada mereka sendiri karena padamnya lampu akan membahayakan bagi pengguna jalan.  
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.
          Selain itu orang no 1 di Jatim ini member warning kepada BPWS untuk segera melakukan perbaikan dan memberi waktu hingga hari jumat untuk menyelesaikan masalah padamnya listrik di Jembatan Suramadu.
        “Yang penting sekarang lampunya menyala dulu. Tidak ada alasan untuk padam lagi dan besok harus sudah terang kembali,” tandasnya.
        “Warning keras”  Soekarwo langsung ditindak lanjuti oleh BPWS, setelah melakukan koordinasi dengan BBPJN V,akhirnya dilakukan perbaikan dengan menyambung kabel main power sepanjang 30 meter di bawah pilar 18 jembatan yang putus akibat dicuri orang dan akhirnya setelah lebih satu bulan padam akhirnya lampu – lampu di Jembatan Suramadu sudah menyala kembali.

Amankan Suramadu, BPWS Gandeng Beberapa Pihak

       Atas pencurian kabel yang terjadi di Jembatan Suramadu, BPWS melakukan kerjasama dengan pihak Kepolisian, TNI AL , BBPJN V dan PT. Jasa Marga untuk melakukan pengamanan di Jembatan Suramadu dan sekitarnya untuk mencegah terjadinya aksi pencurian kabel – kabel listrik  hingga menyebabkan padamnya lampu di sepanjang Jembatan Suramadu. BPWS menggandeng banyak pihak karena luasnya daerah Suramadu hingga banyak terdapat titik rawan terjadi tindak pencurian.
       “Bukan itu saja, lokasi dan titik-titik di Jembatan yang rawan terjadi pencurian juga akan kita pasangi CCTV,” kata Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunikasi BPWS Masyarakat, Pandit Indrawan di Surabaya. 
“Perbaikan instalasi akan segera kita lakukan, dan kita harapkan jumat malam lampu sudah menyala lagi dan Semua itu demi layanan kepada masyarakat pengguna jalan ,” tegasnya.




0 komentar:

Poskan Komentar