Hidup Di Negara Antabranta

HIDUP DI NEGARA ANTABRANTA
ROTASI jabatan adalah hal yang biasa terjadi didalam pemerintahan, ini adalah hak dari penguasa sedikit sekali seorang penguasa memberikan suatu jabatan yang cocok yang sesuai dengan keahlian seseorang, yang sering terjadi adalah jabatan di berikan kepada seseorang apabila orang tersebut bisa memuaskan kebutuhan dari penguasa, entah itu kebutuhan uang sogokan atau kebutuhan biologis dari penguasa, bahkan kebutuhan agar orang tersebut ikut dalam kelompok penguasa agar hanyut dalam aneka dunia permabukan, inilah jaman OTODA, jaman yang kita idam idamkan sejak dulu kala, kebe¬basan yang tiada rem, tiada kontrol, kebenaran akan ditindas lewat para preman yang tidak tahu cara pera¬daban, bangsa ini akan dibawa kemana, jaman dulu preman adalah oarang yang penuh tatto dan bermuka sangar, saat ini, preman penuh dengan para monyet yang berseragam, para buaya yang beridentitas, para begajul yang bermuka sopan dan santun, dan kerkulit sangat halus dan preman banyak yang sudah berhaji pula, tujuan para preman ini adalah PENGGARONGAN uang negara, mereka akan berupaya setiap detik ada duit negara yang diembat entah bagaimana caranya “POKOKNYA EMBAT” Ketika KPK bergerak dengan penuh keberanian untuk menangkap seorang jendral polisi DS perlawanan terjadi dengan begitu sengit, alih alih masa tugas sudah selesailah, mengundurkan dirilah, atau apapun alasan¬nya rakyat menilai bahwa hal tersebut adalah dalam rangka menghambat laju KPK dalam melaksanakan tugas, saat ini “masyarakat” sudah dewasa dan pintar (kecuali waktu PILKADA ) rakyat yakin bahwa tindakan KPK terhadap kepolisian tidak akan berhenti mengung¬kap satu kasus saja, masih banyak yang akan diungkap oleh KPK terhadap instansi ini, beberapa waktu yang lalu tersiar kabar bahwa selanjutnya KPK akan menda¬lami kasus setoran para pemegang merk motor dan mobil kepada instansi penegak hukum ini, selanjutnya akan membuka kasus dugaan korupsi /mark up pembangunan DIKLAT di Jawa Barat, dan masih banyak lagi isu isu yang beredar, semua memang berasal dari isu, seperti nyanyian seorang NAZARUDDIN manakala waktu itu bernyanyi tentang HAMBALANG dan WISMA ATLET tapi ahirnya kita percaya juga dan memang terbukti. Dengan diperbolehkannya KPK untuk merekrut penyidik sendiri tentulah hal ini akan membuat bebe¬rapa instansi kalang kabut dan ketar ketir, hal ini akan membuat KPK independen, semakin perkasa, ini sangat berbahaya bagi instansi korup, dan dalam waktu yang singkat tentulah terjadi pertarungan yang amat dahsyat di negeri, dan hasilnya ada perubahan besar bagi rakyat Indonesia, semoga perubahan ini adalah perubahan yang berpihak pada RAKYAT yang membuat negara ini menjadi negara gemah ripah lohjinawi, dimana rakyat akan menjadi TUAN. Saat ini kita sedang dipertontonkan kekalahan se¬orang SBY dengan seorang Anas Urbaningrum, SBY ba-gai permukaan lautan dan seorang Anas adalah ombak didasar lautan, satu-satu orang SBY dipreteli oleh kubu Anas, melawan Anas, SBY tak harus dengan seonggok senyum kesopanan dan kesantunan, SBY harus garang dan tak penuh dengan keraguan, jangan sekedar menghimbau, rakyat melihat Anas semakin meraja lela dan semakin berani terhadap SBY, coba kita simak pidato Anas ketika penutupan SILATNAS partai Demokrat “partai akan berhasil kalau peme¬rintah juga bekerja keras didalam program-programnya” jelas ini adalah sindiran yang sangat tajam bagi SBY, Anas tidak akan mau kalah, paling sedikit bahwa dia akan SAMPYUH dengan SBY, dan berakhir dengan hancurnya partai Demo¬krat. Wallahu alam, bagi kita, semoga SBY tidak sedang kualat Gus Dur. Hari ini kita menginjak tahun 2013 banyak harapan yang kita gantungkan pada tahun ini, penegakan hukum sangat diha¬rap¬kan oleh semua rakyat Indonesia, tetapi itu semua tergantung dari rakyat juga, dimaksudkan disini adalah rakyat kelas bawah harus melek secara hukum, mereka harus bisa menolak pemberian uang dari para calon walikota/bupati/caleg, bayangkan dengan pemberian uang hanya sebesar Rp. 50.000,- penderitaan rakyat akan terjadi selama 5 tahun, akan banyak aturan-aturan yang tidak berpihak kepada rakyat, akan banyak pelang¬garan terhadap undang-undang yang dilakukan oleh para pejabat (tentulah sudah direstui oleh pak bos Nya). Hal ini akan lain kalau mereka (masyarakat kelas bawah) menolak sogokan uang ketika PILKADA/PILEG tentulah akan terpilih sosok pemimpin yang benar-benar memperjuangkan nasib rakyat, sebab pemimpin ini tidak butuh pengembalian modal ketika mencalon¬kan dulu, pemimpin ini akan secara utuh 24 jam bekerja untuk rakyat, pemimpin ini tidak butuh sogokan 17 % melalui kepala Dinas, pemimpin ini tidak butuh Kepala Dinas yang memble tapi parlente, kayak cassing Nokia tapi mesin Cina dan suka memotong SPJ 30% untuk dijadikan setoran kepada pak Bos. Selama tahun 2012 banyak hal yang sudah kita alami (rakyat), tetapi para koruptor (pejabat) sama sekali belum melakukan apa-apa untuk kepentingan rakyat, sangat yang berbanding terbalik, seandainya para pejabat ini mau (dan mampu) untuk me¬nyelesaikan permasalahan di setiap me¬reka berkuasa, tentulah akan tuntas semua perma¬salahan yang terjadi, sebut saja salah satunya “permasalahan banjir” kita melihat pejabat yang bersangkutan hanya menye¬lesaikan dari itu ke itu saja, tidak pernah ada terobosan yang fenomenal, dan peker¬jaan yang diker¬jakan selama ini terkesan tidak profesional, saat ini kita hanya melihat di Jokowi dan Ahok saja yang sudah melak¬sanakan tugasnya sebagai seorang pejabat. Aparat penegak hukumpun tidak bekerja secara professional, sering kita melihat bahwa banyak pene¬gak hukum bermain-main dengan jabatannya, sering lalai, sering tidak peduli dengan keadaan yang terjadi, banyak menumpuk harta kekayaan demi kepentingan diri sendiri dengan harapan harta akan terkumpul sedemikian ba¬nyak yang mana akan diwariskan kepada anak cucu ma¬nakala pensiun nanti, tetapi apa yang terjadi, pe¬nyakit stroke yang menimpa, jadilah dia sebagai kem¬bang di tempat tidur, itu adalah karma. Peranan PPK /PPTK sangat penting di tahun 2013, walau di tahun 2012 sangat tidak profesional, nasib mereka pada tahun ini berada di ujung tanduk, kalau mereka sadar bahwa keberadaan mereka hanya sebagai tumbal tentulah mereka akan sangat berhitung ketika mereka tidak melaksanakan tugasnya dengan benar, tanggung jawab sangat besar ada dipundak mereka, keluarga adalah taruhan dari tanggung jawabnya, kalau seorang PPK /PPTK tidak melaksana¬kan tugasnya secara benar pada tahun 2013 tentulah mereka akan dijerat banyak pasal, dan yang pasti akan berahir pada terali besi, dan sudah seharusnya mereka mau menolak perintah atasan ketika mereka akan dijadikan TUMBAL.

0 komentar:

Poskan Komentar